Translate

Wednesday, July 2, 2014

Kostarika Yunani di 2014

Sejarah baru tercipta di Arena Pernambuco, Recife, pada Senin (30/6) pagi WIB ketika Kosta Rika mampu mengatasi perlawanan Yunani via adu penalti di babak 16 besar Piala Dunia 2014. Ini adalah kelolosan pertama kali Kosta Rika ke perempat-final sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia, selangkah lebih maju ketimbang pencapaian terbaik mereka pada 1990.
Ticos sempat unggul terlebih dulu lewat Bryan Ruiz di awal babak kedua, namun kartu kuning kedua yang diterima Oscar Duarte di menit 66 mengubah jalannya laga. Yunani pun bisa menyamakan skor lewat Sokratis Papastathopoulos di masa injuy time. Sayang, Yunani tak mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di masa perpanjangan waktu sehingga adu penalti pun terpaksa dilakukan.
Pada akhirnya, perjuangan sepuluh pemain Kosta Rika untuk mempertahankan skor 1-1 terbayar lunas. Mereka sukses memenangi drama adu tos-tosan tersebut dengan skor 5-3 yang ditentukan oleh kegagalan Teofanis Gekas dan eksekusi sukses Michael Umana. Atas kemenangan ini, pasukan Jorge Luis Pinto berhak menantang Belanda di babak perempat-final yang akan diselenggarakan pada 5 Juli mendatang di Salvador.
Babak Pertama
Intensitas laga langsung terasa di menit-menit awal. Di menit kedua, Yunani sudah sanggup membuka peluang ketika Lazaros Christodoulopoulos menyambar bola liar dari tendangan bebas Georgios Karagounis namun masih melebar. Lima menit berselang, Kosta Rika tak ketinggalan membikin peluang, namun sepakan deras Christian Bolanos menyambut umpan Bryan Ruiz juga masih melebar.
Kosta Rika kembali menebar ancaman di menit 23 ketika Joel Campbell dilanggar Karagounis tepat di ujung kotak penalti. Tendangan bebas yang dieksekusi Bolanos mampu membuat semua pemain di kotak penalti melompat untuk menggapainya. Sayang, bola hanya 'numpang lewat' dan tak seorang pun pemain yang mampu menanduk bola lambung berbahaya tersebut.
Wakil Ameria Tengah itu kemudian memang mampu menguasai jalannya laga, namun mereka terkesan kurang sabar. Ticos terus mencoba membongkar pertahanan solid Yunani, namun selalu berhasil dipatahkan oleh para gelandang dan bek Yunani. Yunani lalu bangkit menjelang 15 menit terakhir babak pertama, diawali ketika tendangan luar kotak penalti Karagounis masih bisa ditepis Keylor Navas.
Kiper Kosta RIka yang bermain di Levante itu kembali sanggup menggagalkan peluang Yunani di menit 37 yang tercatat sebagai peluang terbaik di 45 menit pertama. Berawal dari umpan silang akurat Jose Holebas dari sisi kiri, sontekan jarak dekat Dimitris Salpingidis masih bisa diblok Navas menggunakan kakinya dan hanya menghasilkan sepak pojok. Hingga babak pertama berakhir, skor kacamata masih bertahan.
Babak Kedua
Mendapati diri lebih banyak mencatatkan peluang di babak pertama, Yunani terus berupaya memecah kebuntuan, di awal babak kedua. Georgios Samaras sukses menyambut umpan tendangan bebas Holebas, namun tandukannya masih mengarah tepat di pelukan Navas. Di saat inilah Kosta Rika mampu memberikan hentakan luar biasa kepada Yunani.
Tepatnya di menit 52, Bolanos menyisir sisi kanan pertahanan Yunani sebelum melepaskan umpan mendatar kepada Ruiz yang sudah menanti di depan kotak penalti. Sang kapten tanpa ragu langsung menembak secara akurat ke pojok gawang Yunani dan membuat Orestis Karnezis mati kutu di posisinya. Kosta Rika memimpin! Ini adalah shot on target pertama dari Kosta Rika di laga ini yang langsung berbuah gol. 
Tak lama berselang, Kosta Rika terus menekan dan nyaris mendapat hasil lewat dua peluang berbahaya. Satu peluang gagal terkonversi setelah sepakan Campbell masih bisa diblok Manolas. Yang kedua, Yunani terbilang beruntung karena kiriman crossing dari sayap kanan Kosta Rika sempat mengenai tangan Vasilis Torosidis di dalam kotak penalti namun lolos dari pengamatan wasit.
Akan tetapi, jalannya laga berubah total ketika Oscar Duarte mendapat kartu kuning kedua di menit 66 setelah melanggar Holebas. Sejak saat itu, giliran Yunani mengepung pertahanan Kosta Rika. Namun beberapa peluang dari Samaras, Gekas, Karagounis, dan Manolas semuanya terbuang percuma karena masih belum matang. Di menit 87, sempat terjadi kemelut ketika Torosidis merangsek ke kotak penalti, namun crossing-nya masih bisa ditahan Navas.
Hal yang ditakutkan Kosta Rika benar-benar terjadi di masa injury time. Berawal dari sepakan Gekas yang masih bisa ditepis Navas, bola muntah langsung disambar Sokratis Papastathopoulos untuk menyamakan skor. Belum berhenti di situ saja, Kostas Mitroglou nyaris membalikkan keadaaan ketika tandukannya menyambut umpan silang Torosidis masih bisa ditepis oleh Navas. Hingga waktu normal berakhir skor 1-1 tetap bertahan.
Perpanjangan Waktu
Tampil dengan sepuluh pemain membuat energi Kosta Rika benar-benar terkuras di masa extra time ini. Yunani pun terus menggempur pertahanan lawannya itu. Kemelut di depan gawang Navas pada menit 100 nyaris membuahkan gol, namun tembakan Katsouranis masih bisa diblok Gonzalez. Hingga extra timepertama usai, Kosta Rika masih mampu bertahan dengan baik dan mempertahankan skor.
Di perpanjangan waktu kedua, Brenes langsung membuat Yunani ketar-ketir lewat tembakannya yang masih melebar. Tak lama berselang, dribel Cubero ke kotak penalti Yunani nyaris menemui kaki Campbell. Yunani kemudian langsung melancarkan serangan balik, namun tembakan Lazaros masih bisa ditepis Navas. Di menit-menit akhir, Yunani yang terus menyerang nyaris mendapat hasil, namun tembakan Mitroglou masih bisa diblok oleh Navas. Hingga 30 menit babak extra time usai, kedudukan kedua tim masih sama kuat.
Adu Penalti
Kosta Rika dan Yunani sama-sama mengawali tiga tendangan penalti dengan sempurna. Sepakan sukses Borges, Ruiz, Gonzales, sama-sama diikuti dengan baik oleh Mitroglou, Lazaros, dan Holebas. Perbedaan terjadi pada penendang keempat di mana Campbell sukses membawa Kosta Rika unggul 4-3 sementara tendangan Gekas mampu ditebak dengan baik oleh Navas.
Ini membuat penentu kemenangan ditentukan oleh penendang kelima dari Kosta Rika, yakni Michael Umana. Sepakan jitu sang bek membuat Karnezis tak berkutik dan sekaligus menutup laga dengan keunggulan 5-3 di babak adu penalti. Dengan demikian, Kosta Rika lolos ke perempat-final Piala Dunia untuk pertama kali sepanjang sejarah.

Susunan Pemain:
Kosta Rika (5-4-1): Navas; Diaz, Gonzalez, Umana, Duarte, Gamboa (Acosta 77'); Bolanos (Brenes 83'), Borges, Tejeda (Cubero 66'), Ruiz; Campbell.
Yunani (4-2-3-1): Karnezis; Holebas, Sokratis, Manolas, Torosidis; Maniatis (Katsouranis 78'), Samaris (Mitroglou 58'); Lazaros, Karagounis, Salpingidis (Gekas 69'); Samaras

Touring Cirata





















Saturday, June 21, 2014

Mapala UMY Sukses dipuncak ELBRUS RUSIA


Gunung Elbrus, Rusia
Liputan6.com, Yogyakarta - Indonesia boleh berbangga lagi, sebab anak negeri kembali sukses tiba di puncak gunung tertinggi di benua Eropa, Gunung Elbrus. Mereka adalah tim ekspedisi Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Tim tersebut menjejakkan kaki dan menancapkan bendera merah putih di gunung itu, pada Selasa 10 Juni 2014 pukul 15.40 WIB.
Informasi yang dihimpun Liputan6.com, Jumat (13/6/2014), empat orang mahasiswa UMY yang sukses sampai di gunung setinggi 5.642 mdpl tersebut adalah Singgih Alnin Muttaqin, Akhmad Rasyid Gandi, M. Fauzan, dan Saigunsi Bonita Arimi.
Sebelum melakukan ekspedisi itu, keempatnya telah menjalani karantina selama 6 bulan, guna mempersiapkan fisik, mental, dan kerohanian mereka untuk melakukan pendakian ke Gunung Elbrus.
Sri Atmaja P. Rosyidi selaku wakil rektor III UMY mengaku bangga dengan keberhasilan tim Mapala UMY mencapai puncak gunung Elbrus di Rusia. Sebab, selain melakukan pendakian, mereka juga membawa misi sosial dan Islam.
"Mereka tidak hanya melakukan pendakian tapi juga membawa misi-misi tertentu. Di antaranya misi sosial berupa ajakan untuk menjauhi narkoba atau anti narkoba, kemudian misi sebagai duta budaya. Selain itu, juga membawa misi Islam dengan cara mengenalkan Islam di Indonesia, khususnya dengan adanya organisasi Muhammadiyah," kata Sri.
Sri berharap, jika para tim sudah kembali ke tanah air bisa menceritakan dan membagikan pengalaman mereka melakukan ekspedisi di Gunung Elbrus tersebut. Selain itu, juga bisa memberikan gambaran mengenai sejarah dan kondisi umat Islam di Rusia, khususnya di kawasan Elbrus yang penduduknya ternyata mayoritas beragama Islam.
"Harapannya, pengalaman mereka mendaki itu bisa menjadi karya ilmiah yang menarik untuk dikembangkan. Seperti proses mereka melakukan adaptasi dari lingkungan tropis di Indonesia, menuju lingkungan yang suhunya berada pada kisaran 30 derajat celcius di bawah 0 (-30 derajat)," tuturnya.
Sri menambahkan, dirinya mewakili UMY, pada Senin 16 Juni nanti akan melakukan penyambutan tim Mapala UMY di Moscow. Bertempat di kantor KBRI Moscow, Rusia.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2062519/tim-ekspedisi-mapala-umy-sukses-ke-puncak-elbrus-rusia#sthash.MCXupk9u.dpuf

Wednesday, June 11, 2014

Anak Tukang Becak Jadi Wisudawan Terbaik IPK 3,96 Cita-Cita Jadi Guru

Anak Tukang Becak Jadi Wisudawan Terbaik IPK 3,96 Cita-Cita Jadi Guru
Perhatian para keluarga wisudawan dan puluhan wartawan langsung tersita pada Raeni, Selasa (10/6). Pasalnya, wisudawan dari Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes ini berangkat ke lokasi wisuda dengan kendaraan yang tidak biasa. Penerima beasiswa Bidikmisi ini diantar oleh ayahnya, Mugiyono, menggunakan becak.
Tidak tampak sedikit pun rasa malu dan minder. Raeni menebar senyum bahagia, juga sang ayah.
Dikutip Kemdikbud dari situs resmi Unnes, unnes.ac.id, Rabu (11/6/2014), ayahanda Raeni memang bekerja sebagai tukang becak, yang setiap hari mangkal tak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal.
Pekerjaan itu dilakoni Mugiyono setelah ia berhenti sebagai karyawan di pabrik kayu lapis. Sebagai tukang becak, diakuinya, penghasilannya tak menentu. Sekira Rp10 ribu – Rp 50 ribu. Karena itu, ia juga bekerja sebagai penjaga malam sebuah sekolah dengan gaji Rp450 ribu per bulan.
Meski dari keluarga kurang mampu, Raeni berkali-kali membuktikan keunggulan dan prestasinya. Penerima beasiswa Bidikmisi ini beberapa kali memperoleh indeks prestasi 4. Sempurna. Prestasi itu dipertahankan hingga ia lulus sehingga ia ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96. Dia juga menunjukkan tekad baja agar bisa menikmati masa depan yang lebih baik dan membahagiakan keluarganya.
Ingin Jadi Guru
“Selepas lulus sarjana, saya ingin melanjutkan kuliah lagi. Penginnya melanjutkan (kuliah) ke Inggris. Ya, kalau ada beasiswa lagi,” kata gadis yang bercita-cita menjadi guru tersebut.
Tentu saja cita-cita itu didukung ayahandanya. Ia mendukung putri bungsunya itu untuk berkuliah agar bisa menjadi guru sesuai dengan cita-citanya.
“Sebagai orang tua hanya bisa mendukung. Saya rela mengajukan pensiun dini dari perusahaan kayu lapis agar mendapatkan pesangon,” kata pria yang mulai menggenjot becak sejak 2010 itu.
Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengatakan,apa yang dilakukan Raeni membuktikan tidak ada halangan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk bisa berkuliah dan berprestasi.
“Meski berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang, Raeni tetap bersemangat dan mampu menunjukkan prestasinya. Sampai saat ini Unnes menyediakan 26 persen dari jumlah kursi yang dimilikinya untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu. Kami sangat bangga dengan apa yang diraih Raeni,” katanya.
Ia bahkan yakin, dalam waktu tak lama lagi akan terjadi kebangkitan kaum dhuafa. “Anak-anak dari keluarga miskin akan segera tampil menjadi kaum terpelajar baru. Mereka akan tampil sebagai eksekutif, intelektual, pengusaha, bahkan pemimpin republik ini,” katanya.
Harapan itu terasa realistis karena jumlah penerima Bidikmisi lebih dari 50.000 per tahun. Unnes sendiri menyalurkan setidaknya 1.850 Bidikmisi setiap tahun

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 28 Juni

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 28 Juni


Ormas Islam Muhammadiyah diprediksi akan berbeda dengan pemerintah dalam penentuan awal Ramadan 1435 Hijriah. Muhammadiyah memastikan pada 27 Juni malam sudah melakukan Salat Tarawih dan esok harinya puasa perdana.  

Sekretaris Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nadjib Hamid mengatakan, puasa dimulai mulai Sabtu 28 Juni. 

"Penentuan itu berdasarkan hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal," kata Nadjib kepada Okezone, Rabu (11/6/2014).  

Ia menjelaskan, ijtimak jelang Ramadan terjadi pada Jumat 27 Juni pukul 15.10 WIB. Saat matahari terbenam, hilal sudah berwujud (terlihat) dengan ketinggian 31 menit 17 detik. Dengan begitu, pada malam harinya Muhammadiyah sudah melakukan Salat Tarawih. 

"Karena hilal kurang dari 2 derajat, maka dipastikan tidak bareng dengan pemerintah," jelasnya. 

Meski awal Ramadan tidak sama dengan pemerintah, lanjut Nadjib, datangnya hari raya Idul Fitri atau Lebaran dipastikan akan bersamaan. "Puasa memang tidak bareng, tapi nanti Lebaran akan bareng dengan pemerintah," ujarnya. 

Dalam menentukan awal puasa, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki. Sementara, Nahdlatul Ulama (NU) selain menggunakan metode hisab juga menggunakan metode rukyat. 

Setidaknya ada beberapa tempat yang dijadikan untuk melihat hilal, seperti Pantai Tanjung Kodok (Lamongan), Pantai Ngliyep (Malang), Bukit Condro (Gresik), dan beberapa tempat lagi. 

Sementara Pemerintah dalam menentukan awal Ramadan melalui sidang isbat yang dipimpin oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Monday, June 9, 2014

Pengasuh PonPes Lirboyo KH Ahmad Idris Marzuki Meninggal Dunia

Pengasuh Ponpes Lirboyo Kiai Idris Marzuki WafatKH Idris Marzuki
Kabar duka datang dari Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Idris Marzuki, meninggal dunia.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membenarkan kabar duka tersebut.
Sebelumnya, KH Khotib Umar, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Sumber Wringin, Sukowono, Jember, yang juga tercatat sebagai Mustasyar (penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), meninggal dunia, Minggu (8/6/2014) sore.

Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Choirul Saleh Rasyid, mengatakan KH Khotib Umar meninggal dunia sekira pukul 17.00 WIB di RD Dr Soebandi, Jember. 

Dalam tiga tahun terakhir Kiai Khotib disebut mengalami gangguan pada jantungnya, hingga mengharuskannya keluar masuk rumah sakit.